Pro Dan Kontra “My Name Is Khan” – Dalam sejarah dunia perfilman Bollywood ada satu film yang tetap menjadi pro dan kontra hingga sekarang. Walaupun film tersebut telah rilis lebih dari 19 tahun yang lalu. Film tersebut adalah my name is khan yang di bintangi oleh shahrukh khan dan kajol. Film yang rilis pada tahun 2010 ini telah menimbulkan banyak pro kontra diantara masyarakat. Latar belakang cerita yang menurut sebagian orang adalah hal tabu, berhasil diangkat menjadi sebuah maha karya yang mampu merubah persepsi masayarakat pada era modern ini.

Film ini berkisah tentang seorang muslim bernama Rizwan khan. Rizwan khan tumbuh di kawasan muslim dan islam adalah agamanya sejak lahir. Kisah ini menceritakan tentang efek dari kejadian 11 september di Washington DC dimana dua teroris membajak pesawat dan menabrak kan pesawat tersebut ke gedung WTC. Kejadian yang merenggut ribuan korban jiwa itu menjadi trauma tersendiri bagi warga amerika. Mereka mulai fobia pada islam dan pada hal-hal yang berbau islam. Sejak kejadian tersebut masyarakat minoritas islam mulai terkucilkan dan mendapat perlakuan yang tidak manusiawi karena dianggap teroris.

Pro Dan Kontra “My Name Is Khan”Pada film ini akan diceritakan perjalanan rizwan khan yang berejalan kaki untuk menemui presiden amerika. pada kisah ini, rizwan yang diperankan oleh sharukh khan ini berjalan dan setiap singgah disuatu tempat maka dia akan membuat persepsi masyarakat tentang islam berubah. Pada era modern ini masih terdapat pro dan kontra pada film ini. banyak komunitas yang menganggap film ini sebagai bentuk paradigma atau propaganda. Dan tidak sedikit yang mendukung film ini. karena dengan film ini dapat merubah persepsi masayarakat tentang muslim. Fobia pada hal berbau muslim biasanya akan menganggap apapun yang berhubungan dengan muslim adalah hal yang menakutkan. Dan mereka memilih untuk meninggalkannya. Akan tetapi dengan adanya film ini perlahan persepsi masyarakat tentang muslim itu berubah. dalam konsep yang lebih luas seseorang yang mengalami trauma khususnya trauma pada muslim akan menganggap seseorang yang memakai pakaian tertutup adalah teroris, padahal dalam kenyataannya tidak semua muslim adalah teroris.